----------------------------------------------------------------------------------------------------------
“ Pada hakekatnya, rumah tinggal adalah kebutuhan primer manusia. Dan sudah kodratnya, mebel dibutuhkan pada rumah tinggal untuk mendukung aktifitas penghuninya."
Manusia, dalam kehidupan sehari-hari, pada hakekatnya memiliki berbagai macam kebutuhan. Kebutuhan adalah salah satu as
pek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha dan bekerja. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Selama hidup manusia akan membutuhkan bermacam-macam kebutuhan., Seperti: makanan, pakaian, rumah/tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
Kebutuhan manusia menurut tingkatan atau intensitasnya, dibagi menjadi tiga, yaitu: kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus/wajib terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contoh: sandang (pakaian), pangan (konsumsi), papan (tempat tinggal), dan pekerjaan
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: pendidikan dan ilmu pengetahuan, pariwisata, rekreasi, hiburan
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contoh: mobil, motor, komputer, handphone, dll. Sekedar tambahan, handphone yang dulu nya adalah kebutuhan tersier, saat ini sudah naik peringkat menjadi kebutuhan primer (kebutuhan sandang). Pernyataan ini senada dengan pernyataan Ketua Asosiasi Importir Ponsel, Eko Nilam, Selasa 10 Desember 2013, yang mana menyebutkan bahwa, “Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur pajak penghasilan (PPh) atas impor ponsel tertentu sebesar 7,5 persen. Adanya pengenaan pajak itu tentu akan membebani konsumen. Diperkirakan, kenaikan harga mencapai Rp100.000-200.000 per unit. Konsumen akan merasa kaget karena harganya naik, tetapi kagetnya hanya bersifat sementara. Mereka tetap akan membelinya, sebab ponsel bukan lagi menjadi kebutuhan tersier, melainkan kebutuhan primer.”
Tidak bisa dipungkiri, rumah tinggal adalah kebutuhan primer manusia.
Manusia secara umum pasti menginginkan untuk tinggal di rumah yang nyaman ditinggali dan indah dipandang. Dalam arti umum, rumah adalah salah satu
bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, hidup, makan, tidur, beraktivitas, dan lain-lain.
Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding dan atap. Rumah memiliki jalan masuk berupa pintu dengan tambahan berjendela. Lantai rumah biasanya berupa tanah, ubin, babut, keramik, atau bahan material lainnya. Rumah bergaya modern biasanya memiliki unsur-unsur ini. Ruangan di dalam rumah terbagi menjadi beberapa ruang yang berfungsi secara spesifik, seperti kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang makan, dapur, ruang keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras dan pekarangan.
Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, bersekolah atau melakukan aktivitas lain. Aktifitas yang paling sering dilakukan di dalam rumah adalah beristirahat dan tidur. Selebihnya, rumah berfungsi sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan. Rumah dapat berfungsi sebagai: tempat untuk menikmati kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga. Selain itu rumah juga bisa sebagai tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat.
Berbicara tentang sebuah rumah tinggal, tentu tidak lepas dengan kebutuhan akan mebel. Mebel atau furniture adalah perlengkapan rumah yang mencakup semua barang seperti kursi, meja, dan lemari. Mebel berasal dari kata movable, yang artinya bisa bergerak. Pada zaman dahulu meja kursi dan lemari relatif mudah digerakkan dari batu besar, tembok, dan atap. Sedangkan kata furniture berasal dari bahasa Prancis fourniture (1520-30 Masehi). Fourniture mempunyai asal kata fournir yang artinya furnish atau perabot rumah atau ruangan. Walaupun mebel dan furniture punya arti yang beda, tetapi yang ditunjuk sama yaitu meja, kursi, lemari, dan seterusnya. Dalam kata lain, mebel atau furnitur adalah semua benda yang ada di rumah dan digunakan oleh penghuninya untuk duduk, berbaring, ataupun menyimpan benda-benda seperti pakaian atau cangkir. Mebel atau furniture yang umum digunakan di dalam sebuah rumah tinggal, beberapa diantaranya: lemari, nakas, dipan ranjang, credenza, meja rias, meja makan, kursi makan, sofa, kitchen set atau pantry, dan lain-lain.

Gambar 1.1. Mebel Pada Sebuah Rumah Tinggal
Mebel akan terasa fungsinya jika tidak tersedia di rumah. Kita akan terpaksa duduk berselonjor, tidur di lantai dan kedinginan, membuka laptop di lantai. Pakaian tergeletak di lantai. Kaki cepat kesemutan, tidur dan bekerja juga tidak nyaman, barang-barang berantakan. Terasa manfaat mebel atau furniture: membuat rumah kita nyaman untuk beristirahat, bekerja, serta membantu rumah kita menjadi lebih rapi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
“ Momentum booming properti dan apartemen di sejumlah kota besar di Indonesia sangat berimbas baik terhadap kebutuhan akan jasa desain interior."
Pekerjaan mebel atau dekorasi kadang disalah artikan oleh orang awam, dianggap sama dengan pekerjaan interior. Pekerjaan mebel adalah pekerjaan perabotan yang sifatnya fungsional saja, misalkan kursi meja untuk melakukan aktifitas duduk&makan, lemari untuk menyimpan benda, kitchen set atau pantry untuk melakukan aktifitas memasak atau memanasi makanan. Beda lagi dengan dekorasi interior, dekorasi interior adalah menghias nuansa, seperti misalnya pemilihan wallpaper nuansa hangat, pemilihan lukisan tema abstrak, penempatan karangan bunga di sudut-sudut ruangan. Sedangkan pekerjaan interior sifatnya lebih kompleks dari sekedar pekerjaan mebel atau dekorasi saja.
Desain interior menurut D.K. Ching (2002:46),
Interior design is the planning, layout and design of the interior space within buildings. These physical settings satisfy our basic need for shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which accompany our action, they affect our outlook, mood and personality.The purpose of interior design , therefore, is the functional improvement, aesthetic enrichment, and psychological enhancement of interior space.
Dari definisi di atas didapat pengertian bahwa desain interior adalah suatu proses pembentukan ruang dalam, dengan cara memanipulasi volume ruang serta peng olahan permukaaan ruang. Desain interior bekerja dengan pertimbangan psikologi lingkungan, arsitektur dan desain produk. Pembentukan dari desain interior itu tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor sebelum mencapai bentuk akhirnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk akhir sebuah desain bisa jadi karena faktor keamanan, kualitas, kemudahan, dan lain-lain. Penjelasan yang paling mudah dimengerti oleh orang awam adalah, pekerjaan mebel dan dekorasi adalah sebagian kecil dari pekerjaan desain interior. Pekerjaan atau perancangan mebel adalah salah satu dari ruang lingkup pekerjaan atau perancangan interior.
Seperti yang disebutkan di akhir bab 1, mebel pada rumah tinggal sangat dibutuhkan, karena berfungsi untuk mendukung aktivitas penghuninya, seperti duduk, tidur, menyimpan pakaian, menyimpan barang. Permintaan akan jasa pembuatan mebel umumnya sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan rumah atau apartemen. Orang membeli apartemen atau rumah tinggal yang baru, pasti membutuhkan mebel untuk mendukung aktivitasnya di dalam rumah atau apartemen nya yang baru itu.
Di Surabaya, menurut situs internet
Kompas Properti dengan
link berita
http://properti.kompas.com/read/2014/01/07/1916184/Ledakan.Properti.di.Surabaya.Terjadi.Tiga.Tahun.Lagi, menyebutkan bahwa Ibukota Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, diprediksi bakal mengalami ledakan (
booming) sektor properti tiga tahun mendatang. Indikasinya sudah terlihat selama kurun lima tahun (2009-2013) di mana permintaan, pasokan dan juga harga terus meningkat. Salah satunya adalah
booming properti jenis apartemen, diprediksi akan terdapat 16.971 unit apartemen baru hingga 2017 mendatang. Disebutkan juga pertumbuhan pasar apartemen Surabaya dipengaruhi oleh permintaan yang berasal dari pasar mahasiswa. Selain penduduk setempat, banyak orang kaya dari Makassar, Balikpapan, Samarinda, Manado yang membeli unit apartemen untuk anaknya bersekolah dan berkuliah di Surabaya.
Hal ini senada dengan pernyataan Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi. yang mengatakan bahwa pada pertengahan 2013 memang sempat terjadi perlambatan dalam penjualan properti, tetapi diperkirakan pada 2015 akan kembali merangkak naik. "Begitu pemilu selesai, pemerintahan terbentuk dan satu tahun setelah itu pasti nanti
booming lagi," katanya kepada
Bisnis. Pernyataan ini bisa dilihat di situs internet
Bisnis yang membahas tentang properti dengan
link berita
http://m.bisnis.com/properti/read/20140110/107/196723/pemilu-usai-properti-indonesia-bakal-booming
Melihat geliat booming properti, terutama property jenis apartemen di Surabaya yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2015 sampai tahun 2017, tentunya merupakan prospek bagus bagi bisnis permebelan dan bisnis desain interior. Karena permintaan akan jasa pembuatan mebel umumnya sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan rumah atau apartemen, semakin banyak unit apartemen yang laku semakin banyak pula permintaan akan mebel atau desain interior untuk mengisi unit apartemen itu. Dan itu adalah peluang! ^^
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
INTERIORPRENEURSHIP
™ Pembekalan Diri Menangkap Peluang Bisnis Desain Interior, Mengenal Resiko, Mengetahui Permasalahan dan Sulusinya, dipersiapkan oleh sebuah kursus interior Getfast3dcourse, dari Surabaya. Program Interiorpreneurship™ ini mengajarkan ilmu-ilmu tentang desain interior, seperti sketsa, perancangan, analisis, dan info-info pengalaman lapangan (permasalahan yang umum terjadi di lapangan). Bisa dibilang Interiorpreneurship™ ini adalah sebuah program kursus desain interior yang tepat guna, yang dimanage oleh Getfast3dcourse (dalam 1 tahun intensif Anda sudah layak untuk terjun dalam bidang desain interior, mulai dari NOL)
Program Interiorpreneurship™ ini juga didukung oleh app populer untuk belajar desain interior di Indonesia, yang bernama MATTREAL. App MATTREAL ini adalah app berbasis OS Android (saat ini masih OS Android), yang berisi informasi tentang Desain Interior, juga memiliki fitur untuk memprediksi kebutuhan bahan untuk renovasi interior, sehingga dapat meminimalkan kerugian finansial dan sampah lingkungan, akibat pembelian bahan bangunan yang berlebih.
Silahkan download app MATTREAL di Playstore Android, GRATIS!
Penampakan App MATTREAL
----------------------------------------------------------------------------------------------------------